WORKSHOP PENINGKATAN MUTU/ KINERJA INSTRUKTUR

“KERJASAMA LEMBAGA PELATIHAN EKKLESIA KOMPUTER & BLK DON BOSCO-SUMBA”

Pada tanggal 27 s.d 29 Desember 2019  Pimpinan & Instruktur Lembaga Pelatihan Ekklesia Komputer berkunjung ke Kabupaten Sumba Barat Daya daerah Waitabula tepatnya di BLK Don Bosco – Sumba.

Kami mendapatkan Undangan dari Pimpinan BLK Don Bosco untuk mengadakan workshop peningkatan kinerja instruktur yang dilaksanakan terhitung selama 3 hari  yang tentunya kegiatan workshop tersebut tujuannya adalah untuk peningkatan mutu/kinerja instruktur yang mengajar di BLK Don Bosco.

Jumat, 27 Desember 2019 kami mendarat di Bandara Tambolaka Sumba Barat Daya tepat pukul 08.30 setelah itu kami di jemput oleh Pimpinan BLK Don Bosco-Sumba untuk sama-sama ke Lokasi BLK Don Bosco. Sesampai disana kami diminta untuk istirahat beberapa menit dan setelah itu kami langsung diantar ke tempat kegiatan worksop berlangsung yang lokasi nya tidak jauh dengan tempat kami menginap.

Di hari pertama kegiatan workshop ini, diawali dengan Sambutan ucapan selamat datang dari pimpinan BLK Don Bosco Bruder Evren dilanjutkan dengan perkenalan oleh Pemateri workshop yaitu pimpinan Ekklesia Komputer Ibu Tri Suris Lestari, S.Kom.,MM dan Instuktur Sance Y. Tanesab, A.Md dan perwakilan dari Sekretaris KA-LPK Bpk Petrus Beon, SE.

Begitu pula Instruktur-instruktur BLK Don Bosco yang hadir pada kegiatan Workshop tersebut adalah instruktur dari Program Pelatihan Meubeler & finishing, Instruktur Kendaraan ringan (Sepeda Motor), Instruktur Listrik & Perbaikan AC.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan awal yang dibawakan oleh Ibu Tri Suris Lestari, S.Kom.,MM yaitu materi tentang Instruktur Profesional Memiliki Sifat- Sifat Pendidik yang didalam materi tersebut menjelaskan kepada instruktur tentang Bagaimana sikap utama instruktur kepada warga belajar?, Apa sikap yang harus dimiliki oleh seorang instruktur?, Apa sikap yang harus dihindari oleh seorang instruktur?, Apa ciri-ciri instruktur yang diminati warga belajar dan ciri-ciri instruktur yang tidak diminati oleh warga belajar?.

Pada saat materi ini disampaikan kepada para instruktur yang hadir dalam kegiatan workshop ini dan pemateri memberikan kesempatan kepada instruktur untuk menceritakan apa yang dialami atau dirasakan sebagai seorang instruktur, ada insruktur perwakilan dari Instruktur kendaraan ringan Pak Pius mengatakan bahwa segala apa yang sudah dijelaskan menyangkut dengan materi tentang Instruktur professional Memiliki Sifat-Sifat Pendidik  dan materi-materi yang terkandung didalamnya sering mereka sebagai instruktur rasakan baik dari segi cara menyampaikan materi, strategi yang harus diatur pada saat bertemu dengan warga belajar baik itu didalam ruangan praktek dan diluar dari lingkungan BLK itu sendiri sebagai instruktur harus bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik semuanya mereka rasakan dan alami selama ini. Tetapi ada beberapa materi yang dijelaskan contohnya sebagai seorang instruktur harus menguasai adminitrasi dan tugas-tugas instruktur yang lain itu yang masih perlu mereka pelajari lebih dalam dan akan melengkapi nya. Ada sebuah pepatah yang dikutip dari Ki Hajar Dewantara bahwa : Seorang pendidik itu hendak mempunyai kepribadian : di depan menjadi teladan, ditengah membangun karsa, dan di belakang memberi dorongan. Karena pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai instruktur, dosen, konselor dll yang sesuai dengan kekhususannya serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.

Ada sebuah motifasi dan pesan untuk instruktur berhubungan dengan materi yang didapat bahwa: Warga belajar tidak membutuhkan instruktur yang sempurna. Warga belajar membutuhkan seorang instruktur yang bahagis. Dimana siapa yang akan membuat mereka bersemangat untuk datang ke tempat kursus/pelatihan dan menumbuhkan kecintaan untuk belajar. Demikian akhir materi pertama yang di sampaikan.

Setelah materi pertama selesai dilanjutkan dengan materi berikutnya yang berlangsung selama 2 hari tentang administrasi tenaga kependidikan dan berkas Apa saja yang harus dipersiapkan oleh instruktur untuk memenuhi standar yang ditetapkan oleh pemerintah.

Yang harus dipersiapkan dan menjadi pegangan seorang instruktur adalah :

  1. SKKNI
  2. Kurikulum
  3. Silabus
  4. RPP (Lesson Plan)
  5. Jadwal Pelatihan
  6. Jurnal Pembelajaran & Daftar Hadir Instruktur
  7. Form Penilaian

Berkaitan dengan 7 hal yang sudah disebutkan diatas menyangkut dengan persiapan seorang instruktur dalam kegiatan belajar dan mengajar tentunya seorang instruktur harus paham tentang Apa Itu SKKNI? Bagaimana memahami isi dari SKKNI?, SKKNI seperti apa yang akan digunakan untuk program kursus yang diajarkan? Tujuannya adalah agar instruktur  dalam mempersiapkan pembelajaran berpatokan pada ketetapan materi yang di jelaskan dalam SKKNI yang digunakan.

Dari SKKNI, instruktur akan membuat Bagan Kurikulum dimana didalam bagan kurikulum berisi Unit Kompetensi (Kelompok unit kompetensi umum, Kelompok unit kompetensi inti, Kelompok unit kompetensi kusus, Evaluasi akhir program), Kode Unit dan Jam pelatihan (Praktek dan Teory). Semua yang dijabarkan dalam bagan kurikulum tidak terlepas dan berpatokan pada SKKNI. Setelah menyelesaikan kurikulum dan berpatokan pada kurikulum tersebut  instruktur membuat Silabus,  yang didalam silabus tersebut berisi Elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, Bentuk pembelajaran dan menentukan Indikator kelulusan. Setelah menyelesaikan silabus Instruktur membuat RPP ( Lesson Plan) sebagai bahan acuan dalam proses pembelajaran di kelas.

Mengacu pada semua hal yang dipersiapkan sebelumnya oleh instruktur di kelas instruktur diajarkan juga bagaimana membuat jadwal pembelajaran , jurnal pembelajaran (menyangkut dengan materi yang diajarkan pada pertemuan saat itu), Daftar hadir instruktur, dan Form penilaian yang harus instruktur isi pada saat selesai pembelajaran.

Disela-sela kegiatan workshop Pimpinan BLK Don Bosco juga mengajak Pemateri, Instruktur, dan sekretaris KA-LPK untuk meninjau lokasi dan sarana prasasarana pelatihan dari masing-masing program yang ada di lokasi BLK  dan disana yang kami lihat semua ruangan dan fasilitas yang disedikan tersusun secara rapi. Pimpinan BLK Don Bosco juga meminta usul dan saran dari kami untuk pengembangan mereka kedepannya lebih baik lagi.

Yang dilihat selama terhitung 2 hari seluruh instruktur yang mengikuti workshop dengan semangatnya masing-masing mengerjakan seluruh tugas yang berhubungan dengan materi yang diajarkan oleh pemateri.

Dengan antusias untuk menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawab instruktur, sebagai bukti pemahaman materi yang disampaikan pemateri meminta agar tugas terakhir yang harus diselesaikan adalah dengan presentasi materi oleh masing-masing instruktur dari setiap program pelatihan yang ada. Dan dari hasil presentasi mereka dapat disimpulkan bahwa instruktur sudah benar-benar memahami tugas dan kewajiban yang harus dijalaninya.

Semoga dengan kegiatan seperti ini dapat menimbulkan rasa percaya diri dan tanggung jawab yang tinggi oleh semua instruktur yang ada di BLK don Bosco dan dapat mempersiapkan segala administrasi yang berhubungan dengan instruktur agar dapat mendukung menciptakan lembaga yang terarah dan sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah dan dapat menciptakan anak-anak bangsa khususnya  dalam pendidikan non-formal yang Kompeten, dan berprestasi dalam mengembangkan keahlian yang dipelajari di BLK Don Bosco- Sumba.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konsultasi Online
Butuh Bantuan??
Hai..
Terima Kasih sudah menghubungi Kami.
Ada yang bisa Kami bantu??